MALARIA
Malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Penderita malaria akan mengeluhkan gejala demam dan menggigil beberapa hari setelah terinfeksi parasit yang dibawa oleh nyamuk.
Walaupun mudah menular melalui gigitan nyamuk, malaria bisa sembuh secara total bila diatasi dengan tepat. Sebaliknya, jika tidak ditangani, penyakit ini bisa berakibat fatal dari menyebabkan anemia berat, gagal ginjal, hingga kematian.
Penyebab dan Gejala Malaria
Manusia dapat terkena malaria setelah digigit nyamuk pembawa parasit Plasmodium. Gigitan nyamuk tersebut akan menyebabkan parasit masuk ke dalam tubuh manusia, kemudian menetap di organ hati sebelum menyerang sel darah merah.
Gejala malaria timbul setidaknya 10-15 hari setelah digigit nyamuk. Gejala muncul dalam tiga tahap selama 6–12 jam, yaitu menggigil, demam dan sakit kepala, lalu keluar banyak keringat dan lemas sebelum suhu tubuh kembali normal.
Tanda dan Gejala Malaria
Terdapat dua jenis malaria yaitu malaria jinak (Benign Malaria) dan malaria ganas (Malignant Malaria).
Malaria jinak dapat dengan mudah untuk diobati. Malaria ganas dapat
mengakibatkan hal yang fatal. Gejala malaria biasanya terjadi antara
satu sampai empat minggu setelah gigitan nyamuk awal. Namun dalam
beberapa kasus yang bergantung pada jenis plasmodium yang menginfeksi, gejala baru muncul setelah setahun.
- Benign Malaria (Malaria Jinak)
Pada umumnya penderita malaria mengalami demam tinggi. Gejala lain yang dapat muncul jika menderita malaria adalah :
a. Nyeri kepala, nyeri otot, nyeri perut, batuk, merasa lebih lelah daripada biasanya dan tubuh terasa tidak sehat.
b. Pada anak-anak akan lebih cepat capek, mengalami diare dan mengalami muntah.
c. Demam pada umumnya tida memiliki pola yang khusus dan dapat menyerang 1-2 hari setelah gejala dimulai. - Malignant Malaria (Malaria Ganas)
Malaria ganas disebabkan oleh plasmodium falciparum. Malaria ganas biasanya dimulai dengan gejala mirip malaria jinak. Namun dapat berkembang ke arah komplikasilebih lanjut, seperti masalah pada pernafasan, gagal hati/liver, dan shock. Malaria ganas juga dapat mempengaruhi otak dan sistem saraf pusat yang bahkan dapat menyebabkan kematian.
Penanganan Malaria
- Berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan diagnosis penyakit malaria dengan melakukan pemeriksaan darah
- Berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan seperti quinine dan chloroquinine.Terapi pengobatan diberikan berdasarkan jenis parasit yang menginfeksi, keparahan gejala, usia, dan kehamilan.
- Berkonsultasi dengan Dokter mendapatkan obat untuk meredakan gejala.
pengobatan dan Pencegahan Malaria
Jenis dan Penanganan Penyakit Malaria
Berdasarkan parasitnya, malaria dibagi ke dalam empat jenis. Masing-masing jenis malaria memiliki cara penanganan yang berbeda. Jenis yang pertama adalah malaria vivax atau malaria tertiana yang disebabkan oleh parasit plasmodium vivax. Jenis ini sering terjadi di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Gejala awal malaria jenis ini adalah menggigil atau demam yang hilang-timbul. Selanjutnya, pasien akan mengalami demam setiap 48 jam. Pengobatan untuk jenis ini dilakukan dengan memberikan kombinasi obat klorokuin dan primakuin.
Jenis kedua adalah malaria kurtana atau malariae yang disebabkan oleh plasmodium malariae. Gejala yang terjadi adalah keringat dingin, demam, sakit kepala, dan pingsan. Untuk menanganinya, dokter dapat memberikan klorokuin dalam dosis tertentu selama tiga hari untuk membunuh plasmodium malaries.
Jenis ketiga adalah malaria ovale. Seperti namanya, jenis ini disebabkan oleh parasit plasmodium ovale. Gejala yang timbul mirip dengan gejala yang dialami pasien malaria tertian dan kuartana, tetapi lebih ringan. Jenis ini dianggap jenis malaria paling ringan yang bahkan dapat sembuh tanpa dilakukan pengobatan. Namun, bila diperlukan, dokter dapat memberikan kombinasi klorokuin dan primakuin.
Yang terakhir adalah malaria tropika atau malaria falciparum. Jenis malaria paling ganas ini disebabkan oleh parasit plasmodium falciparum. Gejalanya adalah muntah-muntah, diare, sakit kepala, anemia dan demam yang naik-turun. Pengobatan malaria jenis ini dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, dokter akan memberikan kombinasi obat untuk membunuh plasmodium falciparum. Bila tidak efektif, dokter akan melakukan penanganan tahap dua, yaitu dengan memberikan kombinasi obat kina, doksisiklin atau tetrasiklin, dan primakuin selama tujuh hari. Namun, obat-obatan ini tidak boleh diberikan ke penderita malaria pada anak atau ibu hamil sehingga dibutuhkan pengobatan khusus untuk anak dan ibu hamil yang terjangkit malaria.
Cara Pencegahan Penyakit Malaria
Meskipun berbahaya dan sering terjadi di negara tropis seperti Indonesia, mencegah malaria bukanlah hal yang mustahil dilakukan. Beberapa hal ini dapat Anda lakukan agar Anda dan keluarga terlindung dari malaria:
Pencegahan Malaria
Berikut beberapa yang perlu dilakukan untuk mencegah malaria :
- Nyamuk malaria paling banyak muncul pada pagi hari sebelum matahari terbit dan sore hari. Pakailah pakaian pelindung dan lotion anti nyamuk pada jam-jam tersebut.
- Rutin menyemprot ruangan dengan obat nyamuk.
- Melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup genangan air, menabur serbuk abate untuk membasmi jentik nyamuk.
- Mengajukan fogging untuk lingkungan tempat tinggal Anda, paling tidak sebulan sekali.
- Bila Anda akan bepergian ke tempat yang rawan malaria, seperti Indonesia Timur, Anda dapat mengunjungi dokter untuk mendapatkan antibiotik yang dapat diminum sebelum berangkat sebagai langkah pencegahan.
Malaria harus segera ditangani untuk mencegah risiko terjadinya komplikasi yang berbahaya. Penanganan malaria dapat dilakukan dengan pemberian obat antimalaria yang jenisnya disesuaikan dengan parasit penyebab malaria, tingkat keparahan, atau wilayah yang pernah ditinggali penderita.
Meski belum ada vaksinasi untuk mencegah malaria, dokter dapat meresepkan obat antimalaria sebagai pencegahan jika Anda berencana bepergian atau tinggal di area yang banyak kasus malarianya.
Pencegahan malaria juga bisa dilakukan dengan memasang kelambu di tempat tidur, mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, serta menggunakan krim atau semprotan antinyamuk.
Munculnya gejala melalui tiga tahap selama 6-12 jam, yaitu menggigil, demam dan sakit kepala, lalu mengeluarkan banyak keringat dan lemas sebelum suhu tubuh kembali normal. Tahapan gejala malaria dapat timbul mengikuti siklus tertentu, yaitu 3 hari sekali (tertiana) atau 4 hari sekali (kuartana).
Sumber :
- http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/malaria/diagnosis-treatment/treatment/txc-20168001
- http://patient.info/health/malaria-leaflet
Komentar
Posting Komentar